Minggu, 06 Maret 2011

Morgan smash

Kerajaan Medang

Kerajaan Medang


Mdaη
Kalingga

Kerajaan Sunda
752–1045 Kediri (kerajaan kuno)
Lokasi Medang
Kerajaan Medang pada Periode Jawa Tengah dan Jawa Timur
Ibu kota Jawa Tengah: Mdaη i Bumi Mataram (lokasi tepat tidak diketahui, diperkirakan di sekitar Yogyakarta dan Prambanan), kemudian pindah ke Poh Pitu dan Mamrati Jawa Timur: Mdaη i Tamwlang dan Mdaη i Watugaluh (dekat Jombang), kemudian pindah ke Mdaη i Wwatan (dekat Madiun)



















Kerajaan Medang (atau sering juga disebut Kerajaan Mataram Kuno atau Kerajaan Mataram Hindu) adalah nama sebuah kerajaan yang berdiri di Jawa Tengah pada abad ke-8, kemudian berpindah ke Jawa Timur pada abad ke-10. Para raja kerajaan ini banyak meninggalkan bukti sejarah berupa prasasti-prasasti yang tersebar di Jawa Tengah dan Jawa Timur, serta membangun banyak candi baik yang bercorak Hindu maupun Buddha. Kerajaan Medang akhirnya runtuh pada awal abad ke-11.

Nama

Pada umumnya, istilah Kerajaan Medang hanya lazim dipakai untuk menyebut periode Jawa Timur saja, padahal berdasarkan prasasti-prasasti yang telah ditemukan, nama Medang sudah dikenal sejak periode sebelumnya, yaitu periode Jawa Tengah.
Sementara itu, nama yang lazim dipakai untuk menyebut Kerajaan Medang periode Jawa Tengah adalah Kerajaan Mataram, yaitu merujuk kepada salah daerah ibu kota kerajaan ini. Kadang untuk membedakannya dengan Kerajaan Mataram Islam yang berdiri pada abad ke-16, Kerajaan Medang periode Jawa Tengah biasa pula disebut dengan nama Kerajaan Mataram Kuno atau Kerajaan Mataram Hindu.

[sunting] Pusat Kerajaan Medang

Letak Mataram Kuno periode Jawa Tengah.
Pusat Kerajaan Medang periode Jawa Timur.
Bhumi Mataram adalah sebutan lama untuk Yogyakarta dan sekitarnya. Di daerah inilah untuk pertama kalinya istana Kerajaan Medang diperkirakan berdiri (Rajya Medang i Bhumi Mataram). Nama ini ditemukan dalam beberapa prasasti, misalnya prasasti Minto dan prasasti Anjuk ladang. Istilah Mataram kemudian lazim dipakai untuk menyebut nama kerajaan secara keseluruhan, meskipun tidak selamanya kerajaan ini berpusat di sana.
Sesungguhnya, pusat Kerajaan Medang pernah mengalami beberapa kali perpindahan, bahkan sampai ke daerah Jawa Timur sekarang. Beberapa daerah yang pernah menjadi lokasi istana Medang berdasarkan prasasti-prasasti yang sudah ditemukan antara lain,
  • Medang i Bhumi Mataram (zaman Sanjaya)
  • Medang i Mamrati (zaman Rakai Pikatan)
  • Medang i Poh Pitu (zaman Dyah Balitung)
  • Medang i Bhumi Mataram (zaman Dyah Wawa)
  • Medang i Tamwlang (zaman Mpu Sindok)
  • Medang i Watugaluh (zaman Mpu Sindok)
  • Medang i Wwatan (zaman Dharmawangsa Teguh)
Menurut perkiraan, Mataram terletak di daerah Yogyakarta sekarang. Mamrati dan Poh Pitu diperkirakan terletak di daerah Kedu. Sementara itu, Tamwlang sekarang disebut dengan nama Tembelang, sedangkan Watugaluh sekarang disebut Megaluh. Keduanya terletak di daerah Jombang. Istana terakhir, yaitu Wwatan, sekarang disebut dengan nama Wotan, yang terletak di daerah Madiun.

Awal berdirinya kerajaan

Prasasti Mantyasih tahun 907 atas nama Dyah Balitung menyebutkan dengan jelas bahwa raja pertama Kerajaan Medang (Rahyang ta rumuhun ri Medang ri Poh Pitu) adalah Rakai Mataram Sang Ratu Sanjaya.
Sanjaya sendiri mengeluarkan prasasti Canggal tahun 732, namun tidak menyebut dengan jelas apa nama kerajaannya. Ia hanya memberitakan adanya raja lain yang memerintah pulau Jawa sebelum dirinya, bernama Sanna. Sepeninggal Sanna, negara menjadi kacau. Sanjaya kemudian tampil menjadi raja, atas dukungan ibunya, yaitu Sannaha saudara perempuan Sanna.
Sanna juga dikenal dengan nama sena atau Bratasenawa, yang merupakan raja Kerajaan Galuh yang ketiga (709 - 716 M).Bratasenawa alias Sanna atau Sena digulingkan dari tahta Galuh oleh Purbasora (saudara satu ibu sanna) dalam tahun 716 M.Sena akhirnya melarikan diri ke Pakuan, meminta perlindungan pada Raja Tarusbawa. Tarusbawa yang merupakan raja pertama Kerajaan Sunda (setelah tarumanegara pecah menjadi Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh) adalah sahabat baik sanna. Persahabatan ini pula yang mendorong Tarusbawa mengambil Sanjaya menjadi menantunya. Sanjaya, anak Sannaha saudara perempuan Sanna, berniat menuntut balas terhadap keluarga Purbasora. Untuk itu ia meminta bantuan Tarusbawa (mertuanya yangg merupakan sahabat sanna). Hasratnya dilaksanakan setelah menjadi Raja Sunda yang memerintah atas nama isterinya. Akhirnya Sanjaya menjadi penguasa Kerajaan Sunda, Kerajaan Galuh dan Kerajaan Kalingga (setelah Ratu Shima mangkat). Dalam tahun 732 M Sanjaya mewarisi tahta Kerajaan Mataram dari orangtuanya. Sebelum ia meninggalkan kawasan Jawa Barat, ia mengatur pembagian kekuasaan antara puteranya, Tamperan, dan Resi Guru Demunawan. Sunda dan Galuh menjadi kekuasaan Tamperan, sedangkan Kerajaan Kuningan dan Galunggung diperintah oleh Resi Guru Demunawan, putera bungsu Sempakwaja.

Kisah hidup Sanjaya secara panjang lebar terdapat dalam Carita Parahyangan yang baru ditulis ratusan tahun setelah kematiannya, yaitu sekitar abad ke-16.

[sunting] Dinasti yang berkuasa

Bukti terawal sistem mata uang di Jawa. Emas atau keping tahil Jawa, sekitar abad ke-9.
Pada umumnya para sejarawan menyebut ada tiga dinasti yang pernah berkuasa di Kerajaan Medang, yaitu Wangsa Sanjaya dan Wangsa Sailendra pada periode Jawa Tengah, serta Wangsa Isyana pada periode Jawa Timur.
Istilah Wangsa Sanjaya merujuk pada nama raja pertama Medang, yaitu Sanjaya. Dinasti ini menganut agama Hindu aliran Siwa. Menurut teori van Naerssen, pada masa pemerintahan Rakai Panangkaran (pengganti Sanjaya sekitar tahun 770-an), kekuasaan atas Medang direbut oleh Wangsa Sailendra yang beragama Buddha Mahayana.
Mulai saat itu Wangsa Sailendra berkuasa di Pulau Jawa, bahkan berhasil pula menguasai Kerajaan Sriwijaya di Pulau Sumatra. Sampai akhirnya, sekitar tahun 840-an, seorang keturunan Sanjaya bernama Rakai Pikatan berhasil menikahi Pramodawardhani putri mahkota Wangsa Sailendra. Berkat perkawinan itu ia bisa menjadi raja Medang, dan memindahkan istananya ke Mamrati. Peristiwa tersebut dianggap sebagai awal kebangkitan kembali Wangsa Sanjaya.
Menurut teori Bosch, nama raja-raja Medang dalam Prasasti Mantyasih dianggap sebagai anggota Wangsa Sanjaya secara keseluruhan. Sementara itu Slamet Muljana berpendapat bahwa daftar tersebut adalah daftar raja-raja yang pernah berkuasa di Medang, dan bukan daftar silsilah keturunan Sanjaya.
Contoh yang diajukan Slamet Muljana adalah Rakai Panangkaran yang diyakininya bukan putra Sanjaya. Alasannya ialah, prasasti Kalasan tahun 778 memuji Rakai Panangkaran sebagai “permata wangsa Sailendra” (Sailendrawangsatilaka). Dengan demikian pendapat ini menolak teori van Naerssen tentang kekalahan Rakai Panangkaran oleh seorang raja Sailendra.
Menurut teori Slamet Muljana, raja-raja Medang versi Prasasti Mantyasih mulai dari Rakai Panangkaran sampai dengan Rakai Garung adalah anggota Wangsa Sailendra. Sedangkan kebangkitan Wangsa Sanjaya baru dimulai sejak Rakai Pikatan naik takhta menggantikan Rakai Garung.
Istilah Rakai pada zaman Medang identik dengan Bhre pada zaman Majapahit, yang bermakna “penguasa di”. Jadi, gelar Rakai Panangkaran sama artinya dengan “Penguasa di Panangkaran”. Nama aslinya ditemukan dalam prasasti Kalasan, yaitu Dyah Pancapana.
Slamet Muljana kemudian mengidentifikasi Rakai Panunggalan sampai Rakai Garung dengan nama-nama raja Wangsa Sailendra yang telah diketahui, misalnya Dharanindra ataupun Samaratungga. yang selama ini cenderung dianggap bukan bagian dari daftar para raja versi Prasasti Mantyasih.
Sementara itu, dinasti ketiga yang berkuasa di Medang adalah Wangsa Isana yang baru muncul pada ‘’periode Jawa Timur’’. Dinasti ini didirikan oleh Mpu Sindok yang membangun istana baru di Tamwlang sekitar tahun 929. Dalam prasasti-prasastinya, Mpu Sindok menyebut dengan tegas bahwa kerajaannya adalah kelanjutan dari Kadatwan Rahyangta i Medang i Bhumi Mataram.

Sejarah kerajaan islam/kerajaan Demak

Sejarah Agama islam di Indonesia | Kerajaan Demak Bintara

Demak adalah kesultanan atau kerajaan islam pertama di pulau jawa. Kerajaan ini didirikan oleh Raden Patah (1478-1518) pada tahun 1478, Raden patah adalah bangsawan kerajaan Majapahit yang menjabat sebagai adipati kadipaten Bintara, Demak. Pamor kesultanan ini didapatkan dari Walisanga, yang terdiri atas sembila orang ulama besar, pendakwah islam paling awal di pulau jawa.
Atas bantuan daerah-daerah lain yang sudah lebih dahulu menganut islam seperti Jepara, Tuban dan Gresik, Raden patah sebagai adipati Islam di Demak memutuskan ikatan dengan Majapahit saat itu, Majapahit memang tengah berada dalam kondisi yang sangat lemah. Dengan proklamasi itu, Radeh Patah menyatakan kemandirian Demak dan mengambil gelar Sultan Syah Alam Akbar.
Pada awal abad ke 14, Kaisar Yan Lu dari Dinasti Ming di China mengirimkan seorang putri kepada raja Brawijaya V di Majapahit, sebagai tanda persahabatan kedua negara. Putri yang cantik jelita dan pintar ini segera mendapat tempat istimewa di hati raja. Raja brawijaya sangat tunduk kepada semua kemauan sang putri jelita, hingga membawa banyak pertentangan dalam istana majapahit. Pasalnya sang putri telah berakidah tauhid. Saat itu, Brawijaya sudah memiliki permaisuri yang berasal dari Champa (sekarang bernama kamboja), masih kerabat Raja Champa.
Sang permaisuri memiliki ketidak cocokan dengan putri pemberian Kaisar yan Lu. Akhirnya dengan berat hati raja menyingkirkan putri cantik ini dari istana. Dalam keadaan mengandung, sang putri dihibahkan kepada adipati Pelembang, Arya Damar. Nah di sanalah Raden Patah dilahirkan dari rahim sang putri cina.
Nama kecil raden patah adalah pangeran Jimbun. Pada masa mudanya raden patah memperoleh pendidikan yang berlatar belakang kebangsawanan dan politik. 20 tahun lamanya ia hidup di istana Adipati Palembang. Sesudah dewasa ia kembali ke majapahit.
Raden Patah memiliki adik laki-laki seibu, tapi beda ayah. Saat memasuki usia belasan tahun, raden patah bersama adiknya berlayar ke Jawa untuk belajar di Ampel Denta. Mereka mendarat di pelabuhan Tuban pada tahun 1419 M.
Patah sempat tinggal beberapa lama di ampel Denta, bersama para saudagar muslim ketika itu. Di sana pula ia mendapat dukungan dari utusan Kaisar Cina, yaitu laksamana Cheng Ho yang juga dikenal sebagai Dampo Awang atau Sam Poo Tai-jin, seorang panglima muslim.
Raden patah mendalami agama islam bersama pemuda-pemuda lainnya, seperti raden Paku (Sunan Giri), Makhdum ibrahim (Sunan Bonang), dan Raden Kosim (Sunan Drajat). Setelah dianggap lulus, raden patah dipercaya menjadi ulama  dan membuat permukiman di Bintara. Ia diiringi oleh Sultan Palembang, Arya Dilah 200 tentaranya. Raden patah memusatkan kegiatannya di Bintara, karena daerah tersebut direncanakan oleh Walisanga sebagai pusat kerajaan Islam di Jawa.
Di Bintara, Patah juga mendirikan pondok pesantren. Penyiaran agama dilaksanakan sejalan dengan pengembangan ilmu pengetahuan. Perlahan-lahan, daerah tersebut menjadi pusat keramaian dan perniagaan. Raden patah memerintah Demak hingga tahun 1518, dan Demak  menjadi pusat penyebaran Islam di Jawa sejak pemerintahannya.
Secara beruturut-turut, hanya tiga sultan Demak yang namanya cukup terkenal, Yakni Raden Patah sebagai raja pertama, Adipati Muhammad Yunus atau Pati Unus sebagai raja kedua, dan Sultan Trenggana, saudara Pati Unus, sebagai raja ketiga (1524 – 1546).
Dalam masa pemerintahan Raden Patah, Demak berhasil dalam berbagai bidang, diantaranya adalah perluasan dan pertahanan kerajaan, pengembangan islam dan pengamalannya, serta penerapan musyawarah dan kerja sama antara ulama dan umara (penguasa).
Keberhasilan Raden Patah dalam perluasan dan pertahanan kerajaan dapat dilihat ketika ia melanklukkan Girindra Wardhana yang merebut tahkta Majapahit (1478), hingga dapat menggambil alih kekuasaan majapahit. Selain itu, Patah juga mengadakan perlawan terhada portugis, yang telah menduduki malaka dan ingin mengganggu demak. Ia mengutus pasukan di bawah pimpinan putranya, Pati Unus atau Adipati Yunus atau Pangeran Sabrang Lor (1511), meski akhirnya gagal. Perjuangan Raden Patah kemudian dilanjutkan oleh Pati Unus yang menggantikan ayahnya pada tahun 1518.
Dalam bidang dakwah islam dan pengembangannya, Raden patah mencoba menerapkan hukum islam dalam berbagai aspek kehidupan. Selain itu, ia juga membangun istana dan mendirikan masjid (1479) yang sampai sekarang terkenal dengan masjid Agung Demak. Pendirian masjid itu dibantu sepenuhnya oleh walisanga.
Di antara ketiga raja demak Bintara, Sultan Trenggana lah yang berhasil menghantarkan Kusultanan Demak ke masa jayanya. Pada masa trenggan, daerah kekuasaan demak bintara meliputi seluruh jawa serta sebagian besar pulau-pulau lainnya. Aksi-aksi militer yang dilakukan oleh Trenggana berhasil memperkuat dan memperluas kekuasaan demak. Di tahun 1527, tentara demak menguasai tuban, setahun kemudian menduduki Wonosari (purwodadi, jateng), dan tahun 1529 menguasai Gagelang (madiun sekarang). Daerah taklukan selanjutnya adalah medangkungan (Blora, 1530), Surabaya (1531), Lamongan (1542), wilayah Gunung Penanggungan (1545), serta blambangan, kerajaan hindu terakhir di ujung timur pulau jawa (1546).
Di sebelah barat pulau jawa, kekuatan militer Demak juga merajalela. Pada tahun 1527, Demak merebut Sunda Kelapa dari Pajajaran (kerajaan Hindu di Jawa Barat), serta menghalau tentara tentara portugis yang akan mendarat di sana. Kemudian, bekerja sama dengan saudagar islam di Banten, Demak bahkan berhasil meruntuhkan Pajajaran. Dengan jatuhnya Pajajaran, demak dapat mengendalikan  Selat Sunda. Melangkah lebih jauh, lampung sebagai sumber lada di seberang selat tersebut juga dikuasai dan diislamkan. Perlu diketahui, panglima perang andalan Demak waktu itu adalah Fatahillah, pemuda asal Pasai (sumatera), yang juga menjadi menantu Sultan Trenggana.
Di timur laut, pengaruh demak juga sampai ke Kesultanan banjar di kalimantan. Calon pengganti Raja Banjar pernah meminta agar sultan Demak mengirimkan tentara, guna menengahi masalah pergantian raja banjar. Calon pewaris mahkota yang didukung  oleh rakyat jawa pun masuk islam, dan oleh seorang ulama dari Arab, sang pewaris tahta diberi nama Islam. Selama masa kesultanan Demk, setiap tahun raja Banjar mengirimkan upeti kepada Sultan Demak. Tradisi ini berhenti ketika kekuasaan beralih kepada Raja Pajang.
Di masa jayanya, Sultan Trenggana berkunjung kepada Sunan Gunung Jati. Dari Sunan gunung jati, Trenggana memperoleh gelar Sultan Ahmad Abdul Arifin. Gelar Islam seperti itu sebelumnya telah diberikan kepada raden patah, yaitu setelah ia berhasil mengalahkan Majapahit.
Trenggana sangat gigih memerangi portugis. Seiring perlawanan Demak terhadap bangsa portugis yang dianggap kafir. Demak sebagai kerajaan islam terkuat pada masanya meneguhkan diri sebagai pusat penyebaran Islam pada abad ke 16.
Sultan Trenggan meninggal pada tahn 1546, dalam sebuah pertempuran menaklukkan Pasuran. Ia kemudian digantikan oleh Sunan Prawoto. Setelah sultan trenggana mengantar Demak ke masa jaya, keturunan sultan tersebut silih berganti berkuasa hingga munculnya kesultanan pajang.
Masjid agung Demak sebagai lambang kekuasaan bercorak Islam adalah sisi tak terpisahkan dari kesultanan Demak Bintara. Kegiatan walisanga yang berpusat di Masjid itu. Di sanalah tempat kesembilan wali bertukar pikiran tentang soal-soal keagamaan.
Masjid demak didirikan oleh Walisanga secara bersama-sama. Babad demak menunjukkan bahwa masjid ini didirikan pada tahun Saka 1399 (1477) yang ditandai oleh candrasengkala Lawang Trus Gunaning Janma, sedangkan pada gambar bulus yang berada di mihrab masjid ini terdapat lambang tahun Saka 1401 yang menunjukkan bahwa masjid ini berdiri pada tahun 1479.
Pada awalnya, majid agung Demak menjadi pusat kegiatan kerajaan islam pertama di jawa. Bagunan ini juga dijadikan markas para wali untuk mengadakan Sekaten. Pada upacara sekaten, dibunyikanlah gamelan dan rebana di depan serambi masjid, sehingga masyarakat berduyun-duyun mengerumuni dan memenuhi depan gapura. Lalu para wali mengadakan semacam pengajian akbar, hingga rakyat pun secara sukarela dituntun mengucapkan dua kalimat syahadat.
Cepatnya kota demak berkembang menjadi pusat perniagaan dan lalu lintas serta pusat kegiatan pengislaman tidak lepas dari andil masjid Agung Demak. Dari sinilah para wali dan raja dari Kesultanan Demak mengadakan perluasan kekuasaan yang dibarengi oleh kegiatan dakwah islam ke seluruh Jawa.

kesultanan samudra pasai

Kesultanan Samudera Pasai




















 
Kesultanan Samudera Pasai, juga dikenal dengan Samudera, Pasai, atau Samudera Darussalam, adalah kerajaan Islam yang terletak di pesisir pantai utara Sumatera, kurang lebih di sekitar Kota Lhokseumawe, Aceh Utara sekarang. Kerajaan ini didirikan oleh Marah Silu, yang bergelar Malik al-Saleh, pada sekitar tahun 1267 dan berakhir dengan dikuasainya Pasai oleh Portugis pada tahun 1521. Raja pertama bernama Sultan Malik as-Saleh yang wafat pada tahun 696 H atau 1297 M[1], kemudian dilanjutkan pemerintahannya oleh Sultan Malik at-Thahir.
Kesultanan Samudera-Pasai juga tercantum dalam kitab Rihlah ila l-Masyriq (Pengembaraan ke Timur) karya Abu Abdullah ibn Batuthah (1304–1368), musafir Maroko yang singgah di Samudera pada tahun 1345. Ibn Batuthah bercerita bahwa Sultan Malik az-Zahir di negeri Samatrah menyambutnya dengan penuh keramahan. Menurut Ibn Batuthah, penduduk Samatrah (Samudera) menganut mazhab Syafi`i[2].
Belum begitu banyak bukti dan berita tentang kerajaan ini untuk dapat digunakan sebagai bahan kajian sejarah[3].

kerajaan Singhasari

Kerajaan Singhasari


Kerajaan Tumapel (Singhasari)
Locator singhasari.png
Lokasi pusat Kerajaan Singhasari
Masa Berdirinya 1222-1292
Didahului oleh Kadiri
Digantikan oleh Majapahit
Ibu kota Kutaraja, Singhasari
Agama Hindu
Buddha
Pemerintahan
-Raja pertama
-Raja terakhir
Monarki
Ken Arok (1222-1227)
Kertanagara (1268-1292)
Arca Prajnaparamita ditemukan dekat candi Singhasari dipercaya sebagai arca perwujudan Ken Dedes (koleksi Museum Nasional Indonesia). Keindahan arca ini mencerminkan kehalusan seni budaya Singhasari.
Kerajaan Singhasari atau sering pula ditulis Singasari atau Singosari, adalah sebuah kerajaan di Jawa Timur yang didirikan oleh Ken Arok pada tahun 1222. Lokasi kerajaan ini sekarang diperkirakan berada di daerah Singosari, Malang.

Nama ibu kota

Berdasarkan prasasti Kudadu, nama resmi Kerajaan Singhasari yang sesungguhnya ialah Kerajaan Tumapel. Menurut Nagarakretagama, ketika pertama kali didirikan tahun 1222, ibu kota Kerajaan Tumapel bernama Kutaraja.
Pada tahun 1254, Raja Wisnuwardhana mengangkat putranya yang bernama Kertanagara sebagai yuwaraja dan mengganti nama ibu kota menjadi Singhasari. Nama Singhasari yang merupakan nama ibu kota kemudian justru lebih terkenal daripada nama Tumapel. Maka, Kerajaan Tumapel pun terkenal pula dengan nama Kerajaan Singhasari.
Nama Tumapel juga muncul dalam kronik Cina dari Dinasti Yuan dengan ejaan Tu-ma-pan.

Awal berdiri

Menurut Pararaton, Tumapel semula hanya sebuah daerah bawahan Kerajaan Kadiri. Yang menjabat sebagai akuwu (setara camat) Tumapel saat itu adalah Tunggul Ametung. Ia mati dibunuh dengan cara tipu muslihat oleh pengawalnya sendiri yang bernama Ken Arok, yang kemudian menjadi akuwu baru. Ken Arok juga yang mengawini istri Tunggul Ametung yang bernama Ken Dedes. Ken Arok kemudian berniat melepaskan Tumapel dari kekuasaan Kadiri.
Pada tahun 1222 terjadi perseteruan antara Kertajaya raja Kadiri melawan kaum brahmana. Para brahmana lalu menggabungkan diri dengan Ken Arok yang mengangkat dirinya menjadi raja pertama Tumapel bergelar Sri Rajasa Sang Amurwabhumi. Perang melawan Kadiri meletus di desa Ganter yang dimenangkan oleh pihak Tumapel.
Nagarakretagama juga menyebut tahun yang sama untuk pendirian Kerajaan Tumapel, namun tidak menyebutkan adanya nama Ken Arok. Dalam naskah itu, pendiri kerajaan Tumapel bernama Ranggah Rajasa Sang Girinathaputra yang berhasil mengalahkan Kertajaya raja Kadiri.
Prasasti Mula Malurung atas nama Kertanagara tahun 1255, menyebutkan kalau pendiri Kerajaan Tumapel adalah Bhatara Siwa. Mungkin nama ini adalah gelar anumerta dari Ranggah Rajasa, karena dalam Nagarakretagama arwah pendiri kerajaan Tumapel tersebut dipuja sebagai Siwa. Selain itu, Pararaton juga menyebutkan bahwa, sebelum maju perang melawan Kadiri, Ken Arok lebih dulu menggunakan julukan Bhatara Siwa.

Silsilah Wangsa Rajasa

Silsilah wangsa Rajasa, keluarga penguasa Singhasari dan Majapahit. Penguasa ditandai dengan blok warna dalam gambar ini.[1]
Wangsa Rajasa yang didirikan oleh Ken Arok. Keluarga kerajaan ini menjadi penguasa Singhasari, dan berlanjut pada kerajaan Majapahit. Terdapat perbedaan antara Pararaton dan Nagarakretagama dalam menyebutkan urutan raja-raja Singhasari.
Versi Pararaton adalah:
  1. Ken Arok alias Rajasa Sang Amurwabhumi (1222 - 1247)
  2. Anusapati (1247 - 1249)
  3. Tohjaya (1249 - 1250)
  4. Ranggawuni alias Wisnuwardhana (1250 - 1272)
  5. Kertanagara (1272 - 1292)
Versi Nagarakretagama adalah:
  1. Rangga Rajasa Sang Girinathaputra (1222 - 1227)
  2. Anusapati (1227 - 1248)
  3. Wisnuwardhana (1248 - 1254)
  4. Kertanagara (1254 - 1292)
Kisah suksesi raja-raja Tumapel versi Pararaton diwarnai pertumpahan darah yang dilatari balas dendam. Ken Arok mati dibunuh Anusapati (anak tirinya). Anusapati mati dibunuh Tohjaya (anak Ken Arok dari selir). Tohjaya mati akibat pemberontakan Ranggawuni (anak Anusapati). Hanya Ranggawuni yang digantikan Kertanagara (putranya) secara damai. Sementara itu versi Nagarakretagama tidak menyebutkan adanya pembunuhan antara raja pengganti terhadap raja sebelumnya. Hal ini dapat dimaklumi karena Nagarakretagama adalah kitab pujian untuk Hayam Wuruk raja Majapahit. Peristiwa berdarah yang menimpa leluhur Hayam Wuruk tersebut dianggap sebagai aib.
Di antara para raja di atas hanya Wisnuwardhana dan Kertanagara saja yang didapati menerbitkan prasasti sebagai bukti kesejarahan mereka. Dalam Prasasti Mula Malurung (yang dikeluarkan Kertanagara atas perintah Wisnuwardhana) ternyata menyebut Tohjaya sebagai raja Kadiri, bukan raja Tumapel. Hal ini memperkuat kebenaran berita dalam Nagarakretagama. Prasasti tersebut dikeluarkan oleh Kertanagara tahun 1255 selaku raja bawahan di Kadiri. Dengan demikian, pemberitaan kalau Kertanagara naik takhta tahun 1254 dapat diperdebatkan. Kemungkinannya adalah bahwa Kertanagara menjadi raja muda di Kadiri dahulu, baru pada tahun 1268 ia bertakhta di Singhasari. Diagram silsilah di samping ini adalah urutan penguasa dari Wangsa Rajasa, yang bersumber dari Pararaton.

Prasasti Mula Malurung

Mandala Amoghapāśa dari masa Singhasari (abad ke-13), perunggu, 22.5 x 14 cm. Koleksi Museum für Indische Kunst, Berlin-Dahlem, Jerman.
Penemuan prasasti Mula Malurung memberikan pandangan lain yang berbeda dengan versi Pararaton yang selama ini dikenal mengenai sejarah Tumapel.
Kerajaan Tumapel disebutkan didirikan oleh Rajasa yang dijuluki "Bhatara Siwa", setelah menaklukkan Kadiri. Sepeninggalnya, kerajaan terpecah menjadi dua, Tumapel dipimpin Anusapati sedangkan Kadiri dipimpin Bhatara Parameswara (alias Mahisa Wonga Teleng). Parameswara digantikan oleh Guningbhaya, kemudian Tohjaya. Sementara itu, Anusapati digantikan oleh Seminingrat yang bergelar Wisnuwardhana. Prasasti Mula Malurung juga menyebutkan bahwa sepeninggal Tohjaya, Kerajaan Tumapel dan Kadiri dipersatukan kembali oleh Seminingrat. Kadiri kemudian menjadi kerajaan bawahan yang dipimpin oleh putranya, yaitu Kertanagara.

Pemerintahan bersama

Pararaton dan Nagarakretagama menyebutkan adanya pemerintahan bersama antara Wisnuwardhana dan Narasingamurti. Dalam Pararaton disebutkan nama asli Narasingamurti adalah Mahisa Campaka.
Apabila kisah kudeta berdarah dalam Pararaton benar-benar terjadi, maka dapat dipahami maksud dari pemerintahan bersama ini adalah suatu upaya rekonsiliasi antara kedua kelompok yang bersaing. Wisnuwardhana merupakan cucu Tunggul Ametung sedangkan Narasingamurti adalah cucu Ken Arok.

[sunting] Kejayaan

Kertanagara adalah raja terakhir dan raja terbesar dalam sejarah Singhasari (1268 - 1292). Ia adalah raja pertama yang mengalihkan wawasannya ke luar Jawa. Pada tahun 1275 ia mengirim pasukan Ekspedisi Pamalayu untuk menjadikan Sumatra sebagai benteng pertahanan dalam menghadapi ekspansi bangsa Mongol. Saat itu penguasa Sumatra adalah Kerajaan Dharmasraya (kelanjutan dari Kerajaan Malayu). Kerajaan ini akhirnya dianggap telah ditundukkan, dengan dikirimkannya bukti arca Amoghapasa yang dari Kertanagara, sebagai tanda persahabatan kedua negara.
Pada tahun 1284, Kertanagara juga mengadakan ekspedisi menaklukkan Bali. Pada tahun 1289 Kaisar Kubilai Khan mengirim utusan ke Singhasari meminta agar Jawa mengakui kedaulatan Mongol. Namun permintaan itu ditolak tegas oleh Kertanagara. Nagarakretagama menyebutkan daerah-daerah bawahan Singhasari di luar Jawa pada masa Kertanagara antara lain, Melayu, Bali, Pahang, Gurun, dan Bakulapura.

Keruntuhan

Candi Singhasari dibangun sebagai tempat pemuliaan Kertanegara, raja terakhir Singhasari.
Kerajaan Singhasari yang sibuk mengirimkan angkatan perangnya ke luar Jawa akhirnya mengalami keropos di bagian dalam. Pada tahun 1292 terjadi pemberontakan Jayakatwang bupati Gelang-Gelang, yang merupakan sepupu, sekaligus ipar, sekaligus besan dari Kertanagara sendiri. Dalam serangan itu Kertanagara mati terbunuh.
Setelah runtuhnya Singhasari, Jayakatwang menjadi raja dan membangun ibu kota baru di Kadiri. Riwayat Kerajaan Tumapel-Singhasari pun berakhir.

Hubungan dengan Majapahit

Pararaton, Nagarakretagama, dan prasasti Kudadu mengisahkan Raden Wijaya cucu Narasingamurti yang menjadi menantu Kertanagara lolos dari maut. Berkat bantuan Aria Wiraraja (penentang politik Kertanagara), ia kemudian diampuni oleh Jayakatwang dan diberi hak mendirikan desa Majapahit.
Pada tahun 1293 datang pasukan Mongol yang dipimpin Ike Mese untuk menaklukkan Jawa. Mereka dimanfaatkan Raden Wijaya untuk mengalahkan Jayakatwang di Kadiri. Setelah Kadiri runtuh, Raden Wijaya dengan siasat cerdik ganti mengusir tentara Mongol keluar dari tanah Jawa.
Raden Wijaya kemudian mendirikan Kerajaan Majapahit sebagai kelanjutan Singhasari, dan menyatakan dirinya sebagai anggota Wangsa Rajasa, yaitu dinasti yang didirikan oleh Ken Arok.

sejarah kerajaan majapahit

Sejarah Kerajaan Majapahit (Lengkap)

Rabu, 15 September 2010

peta kerajaan majapahit

Berdirinya Kerajaan Majapahit

Ketika Singasari jatuh ke tangan Jayakatwang, Raden Wijaya (menantu
Kertanegara) lari ke Madura. Atas bantuan Arya Wiraraja, ia diterima kembali dengan baik oleh Jayakatwang dan diberi sebidang tanah di Tarik (Mojokerto).
Ketika tentara Kublai Khan menyerbu Singasari, Raden Wijaya berpura-pura membantu menyerang Jayakatwang. Namun, setelah Jayakatwang dibunuh, Raden Wijaya berbalik menyerang tentara Mongol dan berhasil mengusirnya. Setelah itu, Raden Wijaya mendirikan Kerajaan Majapahit (1293) dan menobatkan dirinya dengan gelar Sri Kertarajasa Jayawardhana.

 

Perkembangan politik kerajaan majapahit

1. Pemerintahan Raden Wijaya (Kertarajasa)

Untuk meredam kemungkinan terjadinya pemberontakan, Raden Wijaya (Kertarajasa) melakukan langkah-langkah sebagai berikut.
a) Mengawini empat putri Kertanegara dengan tujuan mencegah terjadinya perebutan kekuasaan antaranggota keluarga raja. Putri sulung Kertanegara, Dyah Sri Tribhuaneswari, dijadikan permaisuri dan putra dari pernikahan tersebut Jayanegara, dijadikan putra mahkota. Putri bungsu Kertanegara, Dyah Dewi Gayatri dijadikan Rajapatni. Dari putri ini, Kertarajasa memiliki dua putri, Tribhuwanatunggadewi Jayawisnuwardhani diangkat menjadi Bhre Kahuripan dan Rajadewi Maharajasa diangkat menjadi Bhre Daha. Adapun kedua putri Kertanegara lainnya yang dinikahi Kertarajasa adalah Dyah Dewi Narendraduhita dan Dyah Dewi Prajnaparamita. Dari kedua putri ini, Kertarajasa tidak mempunyai putra.
b) Memberikan kedudukan dan hadiah yang pantas kepada para pendukungnya, misalnya, Lurah Kudadu memperoleh tanah di Surabaya dan Arya Wiraraja diberi kekuasaan atas daerah Lumajang sampai Blambangan. Kepemimpinan Kertarajasa yang cukup bijaksana menyebabkan kerajaan menjadi aman dan tenteram. Ia wafat pada tahun 1309 dan dimakamkan di Sumping (Blitar) sebagai Syiwa dan di Antahpura (dalam kota Majapahit) sebagai Buddha. Arca perwujudannya adalah Harikaya, yaitu Wisnu dan Syiwa digambarkan dalam satu arca. Penggantinya adalah Jayanegara.

2.  Pemerintahan Jayanegara

Masa pemerintahan Jayanegara dipenuhi pemberontakan akibat kepemimpinannya  kurang berwibawa dan kurang bijaksana. Pemberontakan-pemberontakan  itu sebagai berikut.
a) Pemberontakan Ranggalawe pada tahun 1231. Pemberontakan ini dapat  dipadamkan pada tahun 1309.
b) Pemberontakan Lembu Sora  pada tahun 1311.
c) Pemberontakan Juru Demung  (1313) disusul Pemberontakan  Gajah Biru.
d) Pemberontakan Nambi pada tahun  1319. Nambi adalah Rakryan  Patih Majapahit sendiri.
e) Pemberontakan Kuti pada  tahun 1319. Pemberontakan ini  adalah yang paling besar dan berbahaya. Kuti berhasil menduduki ibu kota  kerajaan sehingga Jayanegara terpaksa melarikan diri ke daerah Bedander. Jayanegara kemudian dilindungi oleh pasukan Bhayangkari pimpinan Gajah Mada. Berkat kepemimpinan Gajah Mada, Pemberontakan Kuti dapat
dipadamkan.
Namun, meskipun berbagai pemberontakan tersebut berhasil dipadamkan, Jayanegara justru meninggal akibat dibunuh oleh salah seorang tabibnya yang bernama Tanca. Ia lalu dimakamkan di candi Singgapura di Kapopongan.

3.  Pemerintahan Tribhuwanatunggadewi

Oleh karena Jayanegara tidak berputra, sementara Gayatri sebagai Rajapatni telah menjadi biksuni, takhta Kerajaan Majapahit diserahkan kepada Tribhuwanatunggadewi Jayawisnuwardhana (1328 – 1350) yang menjalankan pemerintahan dibantu suaminya, Kertawardhana. Masa pemerintahan Tribhuwanatunggadewi diwarnai permasalahan dalam negeri, yakni meletusnya Pemberontakan Sadeng. Pemberontakan ini dapat dipadamkan oleh Gajah Mada yang pada saat itu baru saja diangkat menjadi Patih Daha.

 

4. Pemerintahan Hayam Wuruk

Tribhuwanatunggadewi terpaksa turun takhta pada tahun 1350 sebab Rajapatni Dyah Dewi Gayatri wafat. Penggantinya adalah putranya yang bernama Hayam Wuruk yang lahir pada tahun 1334. Hayam Wuruk naik takhta pada usia 16 tahun dengan gelar Rajasanegara. Dalam menjalankan pemerintahan, ia didampingi oleh Mahapatih Gajah Mada.
foto gajah mada
Dalam kitab Negarakertagama disebutkan bahwa pada zaman Hayam Wuruk, Kerajaan Majapahit mengalami masa kejayaan dan memiliki wilayah yang sangat luas. Luas kekuasaan Majapahit pada saat itu hampir sama dengan luas negara Republik Indonesia sekarang. Namun, sepeninggal Gajah Mada yang wafat pada tahun 1364, Hayam Wuruk tidak berhasil mendapatkan penggantinya yang setara. Kerajaan Majapahit pun mulai mengalami kemunduran.
Kondisi Majapahit berada di ambang kehancuran ketika Hayam Wuruk juga wafat pada tahun 1389. Sepeninggalnya, Majapahit sering dilanda perang saudara dan satu per satu daerah kekuasaan Majapahit pun melepaskan diri. Seiring dengan itu, muncul kerajaan-kerajaan Islam di pesisir.  Pada tahun 1526, Kerajaan Majapahit runtuh setelah diserbu oleh pasukan Islam dari Demak di bawah pimpinan Raden Patah.

Struktur pemerintahan Kerajaan Majapahit

Dalam struktur pemerintahan di Majapahit, raja dianggap sebagai penjelmaan dewa dan memegang kekuasaan tertinggi dalam pemerintahan. Roda pemerintahan dijalankan raja dibantu oleh putra raja, kerabat raja, dan beberapa pejabat pemerintah.
Sebelum menduduki jabatan raja, putra mahkota biasanya diberi kekuasaan sebagai raja muda (Rajakumara atau Yuwaraja). Contohnya, sebelum dinobatkan menjadi raja, Hayam Wuruk lebih dahulu diangkat sebagai Rajakumara yang berkedudukan di Jimna.
Raja juga dibantu oleh dewan pertimbangan kerajaan atau Bhatara Saptaprabu. Tugas lembaga ini adalah memberikan pertimbangan-pertimbangan kepada raja. Anggota dewan ini adalah para sanak saudara raja. Untuk masalah-masalah keagamaan, raja dibantu oleh dewan yang disebut Dharmadyaksa. Dharmadyaksa ri Kasainan bertugas menangani urusan agama Syiwa dan Dharmadyaksa ri Kasogatan bertugas menangani urusan agama Buddha. Para pejabat keagamaan ini dibantu oleh 7 Dharma Upapati, yaitu Sang Panget i Tirwan, i Kandamulri, i Mangkuri, i Paratan, i Jambi, i Kandangan Rase, dan i Kandangan Atuha. Selain sebagai pejabat keagamaan, mereka juga merupakan kelompok cendekiawan

Kehidupan kebudayaan Kerajaan Majapahit

Zaman Majapahit menghasilkan banyak karya sastra. Periodisasi sastra masa Majapahit dibedakan menjadi dua, yaitu sastra zaman Majapahit awal dan sastra zaman Majapahit akhir.
Karya sastra zaman Majapahit awal adalah kitab Negarakertagama karangan Mpu Prapanca (1365), kitab Sutasoma karangan Mpu Tantular, kitab Arjuna Wiwaha karangan Mpu Tantular, kitab Kunjarakama (anonim), dan kitab Parthayajna (anonim).
Karya sastra zaman Majapahit akhir ditulis dengan bahasa Jawa dalam bentuk tembang (kidung) dan gancaran (prosa). Karya-karya sastra pada zaman ini adalah kitab Pararaton yang berisi tentang riwayat raja-raja Majapahit, kitab Sundayana berisi tentang Peristiwa Bubat, kitab Surandaka menceritakan tentang Pemberontakan Sora di Lumajang, kitab Ranggalawe tentang Pemberontaan Ranggalawe dari Tuban, kitab Panji Wijayakrama berisi tentang riwayat Raden Wijaya, kitab Vsana Jawa menceritakan tentang penaklukkan Bali oleh Gajah Mada, kitab Usana Bali mengisahkan tentang kekacauan Bali akibat keganasan Maya Danawa, kitab Pamancangah, kitab Panggelaran, kitab Calon Arang, dan kitab Korawasrama.
Jenis peninggalan kebudayaan yang lain dari Kerajaan Majapahit adalah candi. Candi-candi peninggalan Majapahit, antara lain, candi Sumberjati, candi Sanggapura, candi Panataran, dan candi Pari di dekat Porong. Candi Pari memiliki keistimewaan, yaitu arsitekturnya memperlihatkan adanya langgam bangunan dari Campa.

Runtuhnya Kerajaan Majapahit

Kemunduran Majapahit berawal sejak wafatnya Gajah Mada pada tahun 1364. Hayam Wuruk tidak dapat memperoleh ganti yang secakap Gajah Mada. Jabatan-jabatan yang dipegang Gajah Mada (semasa hidupnya, Gajah Mada memegang begitu banyak
jabatan) diberikan kepada tiga orang. Setelah Hayam Wuruk meninggal pada tahun 1389 Majapahit benar-benar mengalami kemunduran.
Beberapa faktor penyebab kemunduran Majapahit sebagai berikut.
a. Tidak ada lagi tokoh di pusat pemerintahan yang dapat mempertahankan kesatuan wilayah setelah Gajah Mada dan Hayam Wuruk meninggal.
b. Struktur pemerintahan Majapahit yang mirip dengan sistem negara serikat pada masa modern dan banyaknya kebebasan yang diberikan kepada daerah memudahkan wilayah wilayah jajahan untuk melepaskan diri begitu diketahui bahwa di pusat pemerintahan sedang kosong kekuasaan.
c. Terjadinya perang saudara, di antaranya yang terkenal adalah Perang Paregreg (1401 – 1406) yang dilakukan oleh Bhre Wirabhumi melawan pusat Kerajaan Majapahit. Bhre Wirabhumi diberi kekuasaan di wilayah Blambangan. Namun, ia berambisi untuk menjadi raja Majapahit. Dalam cerita rakyat, Bhre Wirabhumi dikenal sebagai Minakjingga yang dikalahkan oleh Raden Gajah atau Damarwulan. Selain perang saudara, terjadi juga usaha memisahkan diri yang dilakukan Girindrawardhana dari Kediri (1478).
d. Masuknya agama Islam sejak zaman Kerajaan Kediri di Jawa Timur menimbulkan kekuatan baru yang menentang kekuasaan Majapahit. Banyak bupati di wilayah pantai yang masuk Islam karena kepentingan dagang dan berbalik melawan Majapahit.

TBC..saat tepat tes mantoux

Saat tepat tes mantoux

Ada sejumlah pemeriksaan untuk memastikan TBC, tapi yang paling menentukan adalah tes Mantoux
TBC merupakan penyakit yang disebabkan kuman Mycrobacterium tuberculosis. Kuman ini ditemukan oleh Robert Koch pada tahun 1882. Bisa juga disebabkan oleh kuman Mycobacterium bovis yang terdapat pada susu sapi yang tidak dipasteurisasi. Sayangnya, menegakkan diagnosis TBC secara pasti pada anak sangat sulit. Saking sulitnya sering terjadi overdiagnosis, dimana dokter terlalu cepat memvonis padahal data yang dimilikinya masih minim.
Hal ini kemudian sering kali diikuti overtreatment alias pengobatan yang berlebihan. Akibatnya, konsekuensi yang diterima anak tidak ringan. Pasalnya, anak harus mengonsumsi 2-3 jenis obat sekaligus minimal selama 6 bulan atau bahkan lebih. Pengobatan yang tidak tepat ini tentu saja amat berisiko mengganggu fungsi hati, saraf pendengaran dan organ-organ tubuhnya yang lain.
Di lain pihak ditemukan juga underdiagnosis alias diagnosis yang terlambat hingga berbuntut menjadi undertreatment. Hal ini sama-sama bisa membahayakan anak. Soalnya, anak penderita TBC perlu mendapat penanganan segera secara tepat. Bila tidak, jiwa anak pun menjadi taruhannya.
Untuk mendapatkan diagnosis tepat, tes Mantoux dilakukan jika anak menujukkan gejala-gejala berikut:
1. MMBB (Masalah Makan dan Berat Badan)
Bila anak sulit makan dan memiliki berat badan yang kurang dari rata-rata anak seusianya, orangtua patut waspada. Atau, ada peningkatan berat badan tapi tak sesuai alias masih di bawah jumlah yang semestinya (tidak sesuai dengan yang tertera pada KMS/Kartu Menuju Sehat).
2. Mudah sakit
Anak sakit batuk pilek wajar saja. Bedanya, anak yang terinfeksi TB akan lebih mudah tertulari penyakit. Jika orang di lingkungan sekitarnya batuk pilek, anak mudah tertulari atau sebulan sekali mesti sakit. Kondisi ini patut mendapat perhatian.
3. Lemah, letih, lesu dan tidak bersemangat dalam melakukan aktivitas
Anak-anak dengan TB, umumnya terlihat berbeda dari anak kebanyakan yang sehat dalam beraktivitas. Ia tampak lemah, lesu dan tidak bersemangat.
4. Reaksi cepat BCG
Pada lokasi suntik vaksin BCG akan timbul tanda menyerupai bisul. Jika reaksi ini muncul lebih cepat, misalnya seminggu setelah pemberian, berarti tubuh anak sudah terinfeksi TB. Padahal normalnya, tanda itu paling cepat muncul pada 2 minggu setelah anak divaksinasi BCG. Namun rata-rata, benjolan pada kulit muncul setelah 4­6 minggu.
4. Batuk berulang
Batuk berkepanjangan merupakan gejala yang paling dikenal di kalangan masyarakat sebagai pertanda TBC. Batuk yang awalnya berupa batuk kering kemudian lama-kelamaan berlendir dan berlangsung selama 2 minggu lebih, merupakan salah satu tanda TBC. Gejala ini akan muncul bila sudah terdapat gangguan di paru-paru. Hanya saja, bedakan dari batuk alergi dan asma.
5. Benjolan di leher
Pembesaran kelenjar getah bening di leher samping dan di atas tulang selangkangan bisa saja merupakan tanda TBC. Soalnya, kelenjar getah bening merupakan salah satu benteng pertahanan terhadap serangan kuman. Kelenjar ini akan membesar bila diserang kuman. Namun, meski merupakan salah satu gejala TB, tidak semua pembengkakan kelenjar getah bening adalah gejala penyakit TB. Bisa jadi pembengkakan itu karena adanya infeksi atau radang di tenggorokan.
6. Demam dan berkeringat di malam hari
Gejala awal TBC biasanya muncul demam pada sore dan malam hari, disertai keluarnya keringat. Gejala ini dapat berulang beberapa waktu kemudian. Namun hal ini tetap belum dapat memastikan kalau anak menderita TBC. Tidak selalu anak-anak yang berkeringat di malam hari menderita TB. Keringat tidur justru merupakan pertanda sistem metabolisme yang sedang aktif bekerja. Tak heran, pada saat tidurlah anak-anak mengalami metabolisme yang pesat.
7. Diare persisten
Diare akibat TBC biasanya tidak kunjung sembuh dengan pengobatan biasa. Sebagai orangtua, kita bisa membantu dokter untuk menjelaskan apakah gejala-gejala di atas memang muncul pada anak atau tidak; berapa lama berlangsungnya, dan seberapa sering gejala-gejala tersebut muncul. Nah, dari pengamatan kita sehari-hari ini dokter akan sangat terbantu untuk mendiagnosis penyakit anak serta memutuskan apakah perlu dijalani tes Mantoux atau tidak.
PROSES TES
Tes Mantoux dilakukan dengan cara menyuntikkan protein dari kuman Mycobacterium tuberculosis pada lengan bawah anak. Agar hasilnya akurat, penyuntikannya harus benar-benar teliti. Bahan yang dimasukkan harus dengan dosis tepat dan masuk sepenuhnya ke dalam kulit, bukan di bawah kulit. Kemudian, reaksi yang dihasilkan harus dibaca tepat waktu.
Untuk memastikan anak terinfeksi kuman TBC atau tidak, akan dilihat indurasinya setelah 48-72 jam. Indurasi ini ditandai dengan bentuk kemerahan dan benjolan yang muncul di area sekitar suntikan. Bila nilai indurasinya 0-4 mm, maka dinyatakan negatif. Bila 5-9 mm dinilai meragukan, sedangkan di atas 10 mm dinyatakan positif.
Setelah hasil Mantoux dinyatakan positif, anak sebaiknya diikutkan pada serangkaian pemeriksaan lainnya. Salah satunya adalah rontgen yang bertujuan mendeteksi TBC lebih detail lewat kondisi paru yang tergambar dalam foto rontgen dan dan tes darah. Tes mantoux dilakukan lebih dulu karena hasil rontgen tidak dapat diandalkan untuk menentukan adanya infeksi kuman TB. Bercak putih yang mungkin terlihat pada hasil foto bisa memiliki banyak penyebab. Anak yang sedang menderita batuk pilek pun kemungkinan memiliki bercak putih di paru. Jadi, tes Mantoux sangat perlu, tak cukup hanya rontgen paru.
Namun dokter juga harus mencermati adanya tanda negatif palsu. Mungkin saja hasil tes menunjukkan negatif, tapi sebenarnya anak menderita TBC. Hal ini bisa terjadi pada anak-anak yang kondisi tubuhnya sangat buruk, seperti anak yang mengalami kekurangan gizi atau sedang menderita sakit berat. Disamping pemeriksaan di atas, ciri-ciri lain dari TBC pun harus dicermati. Misalnya apakah anak kurus, sering sakit, mengalami pembesaran kelenjar getah bening dan sebagainya.
TES BAYI BARU LAHIR
Bila saat mengandung si ibu menderita TBC bisa saja bayi akan terkena TBC begitu dilahirkan. Ini disebut dengan TBC kongenital dan bayi harus segera dites Mantoux pada usia sekitar 1 bulan. Usahakan jangan di bawah 1 bulan karena dapat memberi reaksi negatif meski boleh jadi si bayi tersebut menderita TBC. Itu karena sistem imun bayi usia ini masih belum baik. Kendati kasusnya sangat jarang ditemui, setidaknya orangtua dapat segera mengatasinya bila bayinya memang positif TBC.

Kamis, 24 Februari 2011

BELIMBING UNTUK KECANTIKAN

Belimbing Untuk Kecantikan

Belimbing Untuk Kecantikan Vitamin C dan A dari buah belimbing efektif membantu mengecilkan pori-pori kulit wajah, menyegarkan dan menyejukkan wajah . Kandungan mineralnya membantu mengurangi kelelahan kulit, menjadikan wajah segar berseri.
Caranya :
- cuci bersih buah belimbing
- potong-potong tipis
- tempelkan pada bagian kulit yang banyak mengeluarkan minyak
- diamkan selama kurang lebih 5 menit
- bilas dengan air bersih

Kini Kamu bisa tampil dengan wajah segar dan bebas minyak.

kulit lembut dengan pisang

Kulit Lembut Dengan Pisang

Kulit Lembut Dengan Pisang Sst, Pisang nggak hanya ok buat dimakan . Di beberapa negara bahkan pisang telah digunakan sebagai campuran kosmetik untuk mengatasi kulit wajah yang kering sekaligus menghilangkan noda. Caranya campur 50cc yoghurt putih , 2 sendok makan madu dan satu buah pisang yang dihancurkan hingga rata. Gunakan campuran ini sebagai masker wajah dan leher dan diamkan selama kurang lebih 10 menit. Lalu bilas dengan air dingin seperti biasa . Lakukan masker ini seminggu sekali buat menghilangkan noda di wajah.

merawat kecantikan

Tidur untuk kecantikan

Tidur untuk kecantikan tidur adalah waktu dimana bagian dari badan dan kulit kita bekerja untuk memperbaiki luka yang terjadi ketika kita beraktifitas pada hari itu.

ketika anda tidak sadar dan sedang menikmati istirahat di tempat tidur anda, badan anda sedang bekerja keras membangun kembali, melengkapi dan meremajakan kulit dan rambut anda.

rata-rata setiap orang membutuhkan waktu delapan jam untuk tidur.

Sangat penting bagi kita untuk mengusahakan tidur yang lelap karena ketika kita tertidur lelap, tubuh kita dapan mengisi tenaga dengan sangat baik.

jika anda mengalami kesulitan untuk mendapat tidur yang berkualitas, cobalah untuk mengusahakan jam tidur yang sama atau coba cari bantuan dari para pakar.

manfaat buah untuk kesehatan tubuh

Manfaat Buah Untuk Kesehatan Tubuh – Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin maju semua serba baru, tentu membuat banyak orang yang seringkali lupa untuk memperhatikan pola makannya. Kita selalu dimanjakan oleh makanan yang mengandung berbagai macam zat pengawet, dan resep makanan lain yang justru banyak merugikan kesehatan kita dimasa mendatang. Walaupun kerugian yang akan dialami berdampak 10 sampai 15 tahun kemudian, namun alangkah baiknya kalau kita mulai tergerak dari sekarang untuk lebih memperhatikan pola makan kita.
Manfaat Buah Untuk Kesehatan Tubuh
Manfaat Buah Untuk Kesehatan Tubuh
Berikut ada beberapa macam buah yang banyak sekali manfaatnya dan tentunya sangat bermanfaat sekali untuk perkembangan tubuh kita.
1. Buah Apel Bagus Untuk Kesehatan
Buah Apel banyak mengandung Vitamin B dan C, Kalsium, Fosfor, Zat besi dan Klorin.
Berikut beberapa manfaat buah apel untuk kesehatan :
- Mengurangi Konstipasi atau sembelit dan memperbaiki pencernaan
- Mengurangi batu empedu dan artitis (radang sendi)
- Mengurangi kolesterol
- Sangat baik untuk kesehatan gigi dan gusi
2. Buah Alpukat Bagus Untuk Kesehatan
Alpukat kaya akan Vitamin B dan C, juga mineral, kalsium, fosfor, dan zat besi seperti halnya buah Apel. Namun buah Alpukat mempunyai kelebihan yaitu kaya akan lemak positip yang bermanfaat untuk sistem Kardiovaskuler.
Berikut beberapa manfaat dari buah Alpukat :
- Mengandung banyak lemak, Vitamin dan Mineral
- Bermanfaat untuk mengurangi radang dinding atau lemak perut.
- Mengurangi radang sistem pencernaan
3. Buah Pisang Bagus Untuk Kesehatan
Buah Pisang kaya akan Vitamin B dan C, juga mengandung banyak mineral seperti Kalsium, sodium, magnesium, dan potasium.
Berikut beberapa manfaat dari buah pisang :
- Sangat baik untuk anak dan dewasa yang mempunyai masalah dengan nafsu makan anak dan pencernaan.
- Buah pisang yang telah matang dapat mengurangi terkena sakit diare
- Sangat baik untuk mengurangi radang usus dan lambung
- Buah pisang termasuk dari buah yang mengandung energi tinggi, hal ini dikarenakan sangat tingginya zat gula yang terkandung dalam buah pisang.
4. Buah Jambu Biji Bagus Untuk Kesehatan
Jambu biji kaya akan vitamin C. Buah, daun dan kulit batang pohon jambu biji mengandung tanin. Sedang pada pada bunganya kurang begitu banyak zat taninnya.
Daun jambu biji juga banyak mengandung zat seperti minyak atsiri, asam ursolat, asam psidiolat, asam kratogolat, asam oleanolat, asam guajaverin dan vitamin.
Berikut beberapa manfaat jambu biji untuk kesehatan :
- Jambu biji sangat baik untuk mengobati Diabetes mellitus (kencing manis), sakit Maag, diare, masuk angin, sering keluar kencing, prolapsisani, sakit sariawan, sakit kulit, terkena luka, dan masih banyak lagi Manfaat Buah Untuk Kesehatan Tubuh.


kesaksian peserta

Kesaksian PESERTA Buka Aura. 
Assalamu Alaikum wbb.
Bismillahi Rohmani Rohim

Jakarta, 13 Mei 2005.

Perkenankan saya sedikit berbagi pengalaman yang saya alami setelah mengikuti terapi buka aura di NurSyifa' :
Adalah suatu kebetulan saya bekerja di Jakarta dan istri seta anak saya tinggal di LIdo , Sukabumi , sehingga waktu saya untuk bertemu dengan mereka sangat langka , yaitu seminggu sekali.
Dapat dibayangkan jika hal ini tidak dikelola dengan baik maka akan dapat menimbulkan berbagai buruk sangka dan saling curiga yang berdampak hal sekecil apapun akan dapat memicu pertengkaran dalam rumah. saya dan istri sangat menyadari kondisi ini dan coba saling mengerti tapi terkadang kesabaran ada batasnya juga.
Saya mengangap ini masalah serius dan tidak boleh dibiarkan terlalu lama karena akan membahayakan rumah tangga saya. Menyadari hal ini maka saya berusaha untuk mendekatkan diri pada Allah dan berusaha menghilangkan depresi yang saya alami mengenai masalah ekonomi diri dan keluarga, maka saya datang ke NurSyifa' ( sekitar Febuari 2005 ) berkonsultasi dengan Ibu H. Retno Dewi mengenai masalah saya tersebut dan dianjurkan untuk mengikuti terapi penyembuhan dan pembersihan serta buka aura.
Allhamdulillah berkat bimbingan terapi dengan Bapak& Ibu H.M Bambang Irawan .S. serta para assistennya serta kesungguhan untuk mengikutinya sekarang saya sudah mulai dan mengalami suatu kehidupan yang jauh dari bayangan saya sebelumnya. Disamping semakin merasa dekat pada Allah banyak sekali perubahan dan kejadian luar biasa mulai saya alami.

Adapun pengalaman saya tsb adalah sbb. :

1.. Buka Aura Nur Illahi membawa kepada saling pengertian yang tinggi antara saya dan istri serta anak saya. Dengan pancaran Aura yang telah dibuka timbul rasa saling pengertian dan penghormatan yang tinggi sehingga dengan keterbukaan hilanglah semua tembok curiga dan cemburu buta itu lho...

2.. Anak menjadi patuh terhadap ajakan kebaikan kita dalam bimbingan kita kepada mereka dan mereka jadi semakin sayang, nempel kayak perangko. Apalagi setelah mengikuti pelatihan Tuntunan Kerejekian, maka dengan ilmu Wajahtu dan Sabda jika anak rewel, dapat dengan mudah Kita dikendalikan, pernah suatu ketika jam 3 pagi anak saya rewel karena ditinggal ibunya panen jamur ( kami ada usaha sampingan budidaya jamur Tiram yang harus panen pagi sekali agar tetap segar sampai ke pasar ) maka dengan mengatakan " Tidurlah nak, hari masih malam dan jangan rewel ya....', kemudian si anak tak berapa lama tertidur malah saya amati dalam tidurya dia tersenyum-senyum, seperti ada yang mengajak dia main dalam tidurnya.

3.. Suatu waktu ketika sedsng bercanda dengan anak saya tiba-tiba anak saya berinisiatif ambil suatu barang di lemari, tapi ia terpeleset dan jatuh dan kepalanya benjol terkena lemari, sehingga suasana canda berubah jadi tangisan si anak. dengan inspirasi bahwa asisten Kabel Sambung di NurSyifa' sering melakukan teleportasi dengan telur angsa, maka kontan saya ambil telur ayam yang ada di kulkas dan sambil diniatkan untuk memancing serta memindahkan sakit benjolnya tsb. akhirnya saya tempelkan pada benjolan dikepalanya, suasana tangis mendadak berubah menjadi tawa karena anak saya berkomentar " pa........masa benjol diobati pake telor?!" , akhirnya saya tinggal anak saya karena ingin mengerjakan sholat Isya sambil menyuruhnya untuk memegang sendiri telur tsb.
Selesai sholat sekitar 15 menit kemudian saya keluar kamar dan melihat anak saya sedang tertawa geli melihat telur dan mengusap dahinya dan berkata " pa........benjolnya ilang diobati pake telor...".Alhamdullilah betapa besar karunia Allah.

4.. Pagar Gaib diri dan keluarga ternyata berdampak ganda disamping perlindungan kemanan dan keselamatan. Hal ini saya alami sendiri thd istri, anak, orang tua, dan saudara-saudara saya yang selalu saya beri perlindungan gaib setiap bertemu mereka jadi ramah dan memberi penghormatan tinggi kepada saya serta makin sayang.

5.. Teman-teman saya dikantor melihat perubahan berupa ketenangan dalam menghadapi target kerja sebagai marketing yang terkadang merangkap sales. Disamping itu jika saya sedang ada urusan di bank atau urusan lainnya yang ada hubungannya dengan public relation maka selalu saja ada salah satu klien yang membantu saya, bahkan terkadang bos atau manager saya yang terbalik mengerjakannya untuk saya. Lho.......bukannya seharusnya kan kebalikannya?.

6.. Ketika saya ketik tulisan ini saya sedang mengikuti pelatihan pengobatan Nur Allah. Dua hari yang lalu mencoba mempraktekkan Teleportasi dengan telur ayam kepada adik saya ( dia beragama Katholik ), selama proses saya menganjurkan ia berdoa sesuai kepercayaannya dan proses saya mulai sesuai prosedur yang saya dapat di pelatihan untuk menghilangkan keluhan di kepala yang pusing dan badan yang pegal-pegal, diakhir proses ia mengatakan ia merasa seperti melayang-layang terbawa ke suatu keadaan yang amat tenang dan merasakan perubahan kondisi di badannya yang semula pegal-pegal jadi enak.

7.. Ada juga suatu felling yang kuat mengenai akan terjadinya suatu kejadian ( dlm hitungan detik ). Seperti misalnya ketika sedang makan bubur kacang hijau dengan anak saya dan anak saya mendekat ke saya, saya merasakan bahwa sesuatu yang tidak beres akan terjadi dan benar saja mangkok yang saya pegang tersenggol tumpah, berarti saya masih harus terus berlatih kepekaan saya.

8.. Saya kebetulan membuka juga toko mainan kecil-kecilan dirumah. Saya bersyukur karena setiap hari pembelinya ada meskipun belum stabil, tapi di akhir minggu biasanya membludak.

9.. Ketika awal bulan April saya mengikuti pelatihan Tuntunan Kerejekian dan belum juga pelatihan tsb berakhr. Perkembangan di kantor saya Gaji pokok naik 10 %, Uang transpor dan makan naik 50 %, serta dapat bonus 2 kali gaji pokok.

10.. Beberapa waktu yang lalu ketika malam di Tol saya disalip truk tanggung dari sebelah kiri, tapi seiring lewatnya truk tsb saya melihat partikel-partikel cahaya mengikuti gerakannya.

11.. Sudah dua minggu ini saya berputar putar di Kawasan industri pulogadung untuk menyebar brosur Onsite promo, saya sengaja tidak membawa buku peta saya dan saya berusaha menggunakan Nur Allah dan Nur Alam Semesta serta Tuntunan Ilahi dalam mencapai tempat tempat yang ingin saya datangi, hasilnya luar biasa sangat membantu menemukan alamat - alamat yang dimaksud.

12.. Hari Rabu tgl 11 Mei 2005 kemarin ketika hendak meluncur ke customer di daerah Kramat di jalur cepat jarak mobil saya dengan sedan corolla didepan kurang lebih dua meter. Saya sedang asik ngobrol dengan teman disamping kursi setir saya tidak melihat kedepan, ketika akhirnya saya dikejutkan dengan rem mendadak dari mobil depan ingin belok ke jalur lambat. Bayangan saya pasti terjadi tabrakan tapi apa disangka seketika itu pula secara reflek kaki saya menginjak rem, teman saya disamping berteriak Allohu Akbar dan terhindarlah dari tabrakan.

13.. Hari kamis tgl 5 Mei 2005 yang lalu di ujung aspal ketika saya mau berangkat ikut pelatihan pengobatan, jalan disana sungguh rusak sehingga harus mengatur jarak. Mendadak mobil depan rem dan sayapun rem tapi motor dibelakang kurang hati-hati dan menabrak bemper belakang dan terdengan bunyi keras dari spion saya liat itu motor jatuh ke kiri. Saya berhenti sejenak dan melihat respon mereka, mereka seperti melambai tangan tanda untuk abaikan saja mereka. Akhirnya saya jalan saja ketika parkir saya lihat di bemper saya ada goresan spakboard depan biru motor mereka yang kalau diusap hilang dan kondisi bemper tidak apa-apa.

14.. Ada suatu pelajaran berharga tentang pentingnya prosedur pembuatan Pagar gaib yang baik dan benar serta tidak boleh dirapel. tgl 19 April saya mengalami musibah kecongkelan pintu mobil yang berakibat hilangnya tas kerja saya, ketika itu mobil saya sedang bocor ban kiri belakang dan saya terburu buru menggantinya sehingga tidak menghiraukan bunyi benturan keras yang terjadi yang teryata orang jahil sedang mencongkel mobil saya, ketika saya selesai dan rapi-rapi saya melihat pintu dekat setir yang semula terkunci jadi terbuka dan tas saya hilang. Saya pasrah saja mungkin ini suatu ujian untuk saya .

Akhirnya saya balik kekantor setelah memblokir kartu kredit yang ikut hilang dalam tas. akhirnya saya ke kantor polisi untuk buat surat kehilangan, disinipun saya sangat terbantu dengan Ilmu "Sumum Bukmun......" karena polisi yang mengurus tidak rewel dan hanya bertanya no KTP saya dan TKP dimana, setelah itu dicetak dan selesai saya pergi, padahal orang sebelum saya yang urus surat kehilangan diinterogasi lama oleh mereka.

15.. Masih ada kaitan dengan tas yang hilang, akhirnya saya ke NurSyifa' dan berkonsultasi dengan Ibu Haji, disana saya diberi amalan yang untuk saya baca tiap harinya, agar jika saya masih berhak atas tas tersebut maka tas tsb kembali. Sampai sekarang amalan tersebut masih saya jalankan. Memeang tas tsb belum kembali, tapi yang saya alami hampir semua isi tas sudah terganti dengan sendirinya dan mengurus penggantiannya mudah.

16.. Saya merasakan manfaat dari Nur Syamsi, ketika sedang jajan Mpek-mpek di Kemayoran dan banyak lalat merubung saya aktifkan Nur Syamsi di telapak kiri saya arahkan ke arah piring sementara dengan tangan kanan saya terus menikmati hidangan yang ada. Lalat jadi kabur dari piring saya dan lari ke piring orang lain di sebelah saya padahal dia ada di depan obat nyamuk bakar utk menghalau lalat tsb.

17.. Kejadian luar biasa saya alami di pulo Gadung kawasan industri, setelah lelah berputar akhirnya saya dan teman saya berhenti sejenak jajan es buah yang segar, ketika sedang asik menikmati tiba tiba dari lokasi halaman pabrik belakang tempat duduk kami mengepul asap bakaran sampah, semula kami tidak perduli karena angin tidak mengarah ke kami apalagi asapnya disertai jelaga-jelaga sisa-sisi daun.
Tapi apa daya kemudian angin berbalik menuju kami. Teman saya panik takut es buahnya keracunan asap dan tukang es sudah tutup korden siap-siap antisipasi asap. Saya reflek mengangkat tangan niatkan untuk aktifkan Nur Illahi dan Nur Alam semesta memohon agar melindungi dari asap, diarahkan ke arah datangnya asap. Hasilnya asap yang menuju kami tsb seperti bergerak dan lewat hanya disekitar kami jadi seperti ada tempurung energi menaungi kami sehingga terhindar dari asap dan jelaganya.
Teman saya yang tadi panik dengan setengah melongo berkata kecil " Lho....kok bisa begini asapnya", sementara tukang es buah celingukan melihat kekiri dan kekanan mencari asapnya lewat kemana. saya bersyukur dan bergumam dalam hati " Masya Allah itu benar terjadi".

18.. Pengalaman sepulang tirakatan di telaga warna, adik saya melihat wajah dan seluruh kulit saya bercahaya, padahal ketika itu belum mandi.

19.. Pengalaman ketika tirakatan di Ancol, teman saya didepan ketika sedang menyerap energi Nur Alam Semesta, jarak kami sekitar 1,5 meter dia didepan dan saya dibelakang masing-masing duduk dipasir. Ketika itu kedua kaki saya tergerak sendiri ke depan ke arah teman saya mendadak kedua tangan dia menempel pada telapak kaki saya seperti tersedot,
Kemudian tubuhnya merebah di antara kedua kaki saya yang menjulur setelah itu berputar putar seperti terkena angin puyuh sampai akhirnya di berlutut dihadapan saya dan kedua tangannya seperti posisi menyembah ke hadapan saya menempel ke posisi jantung saya. selama itu terjadi saya niatkan agar benteng saya benar-benar aktif dan memohon agar bukan terjadi karena jarak kami terlalu dekat sehingga saling menyedot. setelah beberapa lama dana agak tenang posisi kami kembali ke posisi semula. Saya terus bertanya apa maknanya ?

20.. Sebelum Tirakatan Wisata ke Telaga Warna kami mengikuti Asmaul Idzom dengan bimbingan bapak Haji pada saat akhir program guru dan murid Bapak bercerita bahwa akan diadakan Terapi Akbar dan pengijasahan ilmu Melipat Waktu, saya sangat ingin mengikutinnya, tapi apa daya pengarahan tentang Tirakatan di Telaga Warna sudah berlangsung sehingga saya tidak bisa mengikutinnya.
Setelah pengarahan selesai akhirnya rombongan dengan mobil saya pun berangkat ke Puncak, sejak berangkat cerita di mobil kami seru sekali mengenai tirakatan dan hal-hal lainnya sampai akhirnya di tol jagorawi selepas pintu tol taman mini saya teringat kembali dengan ilmu melipat waktu dan pengalaman menggunakannnya yang barusan diceritakan Bapak Haji.
Karena ingin sekali akhirnya saya memberanikan niatkan dalam hati utk menerapkan Ilmu tsb selama perjalanan agar lancar, selamat, dan para penumpang tidak jenuh, karena saya tahu mobil saya sudah tergolong tua dan tidak bisa cepat, sebelummnya membaca password dan aktifkan Nur Allah.
Kejadiannya agak mencengangkan saya karena kira-kira sekilo dari pintu tol Cibubur semua teman-teman saya termasuk salah satunya assisten KS yang semula bercerita sangat seru mendadak, seperti saklar lampu dimatikan, semuanya tertidur dalam waktu bersamaan dan mobil saya di tol melaju dengan 110 km/jam. di kawasan sebelum Mega Mendung saya sempat berhenti utk isi solar, saya amati sebentar mereka terbangun, tapi ketika mobil mulai jalan kembali mereka semua pulas kembali sampai lokasi tujuan.

21.. Seputar air doa Asmaul Idzom, pernah saya niatkan utk minum agar hilang masuk angin dan pusing dan teryata bekerja membuang semua angin ( saya jadi gelegegan ) dan akhirnya badan jadi segar, Demikian juga dengan ayah saya ketika sakit flu setelah meminumnya dalam selang dua hari jadi sembuh. Dan pada kubung jamur tiram setelah dipercikan ke sekeliling dan diberi benteng gaib berguna mengusir ular.

22.. Hari Jum'at 13 mei 2005, saya sholat Jum'at di mesjid dekat kantor saya, kebetulan yang ceramah masih muda, lantang, tegas dan bagus isinya. Karena kagum saya mensugesti sang khotib dengan salam dan pujian pada isi ceramahnya serta bacaan sholatnya.
Ketika selesai sholat dan saya sedang memakai sepatu saya sadar ada yang sedang mengamati saya dari depan sebelah kanan ketika saya lihat ternyata sang khotib muda tsb sedang memendang saya sambil tersenyum kepada saya dan menunggu saya, ketika saya mendekat ia segera menjulurkan tangannya sambil mengucapkan salam" Assalamualaikum wbb....." saya segera jawabnya sampil membalas salam tangannya dan berpesan "hati-hati ya pak dalam perjalanan", ia tersenyum dan kamipun berlalu.
Sungguh diantara kami tidak saling mengenal maupun berjumpa sebelumnya. Saya pun dalam hati memuji kebesaran Allah, dan bergumam rupanya salam raganya sampai ketujuan. Walhamdulillah.

Wassalam Wr. Wb.